Menyambung tulisan saya sebelumnya –Banking Shock (1)– berikut saya tuliskan lagi pengalaman saya dalam ber-banking ria di awal-awal saya tiba di Melbourne. Enjoy, Nengs..:)

Certificate of Balance

Ok, balik lagi ke pengalaman saya ber-banking ria di Melbourne.  Setelah saya berhasil dibuat terkesan oleh pelayanannya mas Adrian, dua hari berikutnya saya kembali ke Commonwealth bank untuk meminta dokumen “Certificate of Balance”, dokumen ini saya minta just in case saya butuh. Biasanya dokumen ini dibutuhkan kalo misalnya, kita mau apply atau beli mobile phone dengan sistem cap/plan atau mau mengajukan aplikasi akomodasi.

Nah, datanglah saya ke salah satu cabang bank saya (bukan cabang yang pertama kali saya datangi), langsung ke CS (gak pake antri), saya utarakan maksud saya, si mbak CS bilang, “bisa lihat passport..?” setelah saya kasih lihat passport, dia bilang lagi “tunggu sebentar.. saya print-kan dulu…and you know what.. sebentar itu.. bener-bener sebentar… tidak sampai 5 menit, itu dokumen sudah selesai, dan berpindah tangan ke saya.

Setelah itu, saya iseng, menanyakan status ATM saya, dengan senang hati mbak CS menghubungi seseorang yang saya duga bagian/departemen yang mengurus kartu ATM, tidak lama kemudian, dia bilang, kartu ATM saya sudah dikirim ke alamat saya di Indonesia, tapi dia sudah minta dibuatkan kartu baru untuk dikirim ke alamat saya di Melbourne. Sangat responsif, kan?. Sekali lagi, saya puas dengan pelayanan bank di sini… dua jempol dah

Aktifasi Kartu ATM

Minggu berikutnya, datanglah kartu ATM saya ke alamat rumah (note : kalo di Indonesia, kita yang harus datang ke bank untuk ambil kartu dan PIN). Demi keamanan dan kenyamanan, saya mengaktifkan kartu itu dengan langsung datang ke bank (hihihi.. saya jadi hobi bolak-balik ke bank).

Di bank, si CS seperti biasa minta ditunjukan passport, setelah itu, dengan sistem yang sudah terkomputerisasi, kartu ATM diaktifkan dan PIN diset saat itu juga, beressssss. Sekalian juga, saya minta dibuatkan account untuk bisa ber-internet banking ria, dan dalam hitungan detik, notifikasi tentang data account number (client ID) untuk internet banking sudah masuk ke handphone saya… rruuaarrr biaassaa

Kesimpulan

Sebetulnya nih, kalo mau jujur, kualitas pelayanan bank di Melbourne memang bagus, tapi dari segi kelengkapan  feature atau menu yang ada di mesin ATM, menu-menu mesin ATM Indonesia jauh lebih lengkap dari mesin ATM disini. Kalau mesin ATM di Indonesia, hmmm, kita mau bayar apa aja lewat ATM  bisa, dari mulai bayar tagihan kartu kredit, telepon, internet, bayar uang kuliah sampai beli pulsa pun bisa. Sementara mesin ATM yang ada disini, masih belum bisa digunakan untuk transaksi-transaksi tersebut 🙂

Pengalaman yang saya ceritakan diatas memang terbatas pada aspek pelayanan bank kepada nasabahnya. Sampai dengan saat ini saya belum merasakan adanya penurunan kualitas pelayanan tersebut.  Saya pernah dihubungi via handphone oleh staf bank saya untuk memberikan penilaian atas kualitas pelayanan para teller dan CSnya. Tentu saja saya bilang pelayanannya super bagus. Dilain waktu, ketika saya datang ke bank untuk membuka account atas nama anak saya, setelah semua urusan selesai, saya dimintakan penilaian atas pelayanan CS yang melayani saya saat itu. Si mbak CS meminta saya untuk memberikan penilaian mulai dari 1 sampai 10, lalu saya bilang,  “hmm.. saya happy dengan pelayanan kamu, jadi saya kasih 8 ya” ( sambil pasang wajah ‘angel‘ seolah-olah saya adalah orang yang murah hati dan penilaian saya itu akan membuat dia jadi cepat naik jabatan atau paling tidak naik gaji). Tapi ternyata mbak CS nya gak happy saya kasih nilai 8, dia bilang “kamu harus kasih saya minimal 9 agar saya dianggap berprestasi”.  Hehehe… ini mbak CSnya jujur banget yah, jadilah penilaian saya yang semula 8, saya ralat menjadi 9. Tapi saya ikhlas loh.. 🙂