Memperingati Sumpah Pemuda, 28 Oktober, selayaknya pemudi dan pemuda juga mempertanyakan kembali peran yang diambil masing-masing dalam mewujudkannya. Setidaknya sumpah yang diambil kala 1928 itu diperbaharui dengan semangat baru 2012 kini. Hal itu juga selalu saya pertanyakan untuk diri sendiri, mumpung saya masih merasa pemudi 🙂

Refleksi ini khusus saya persembahkan untuk media Neng Koala dalam rangka Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Menjadi bagian dari sejumlah investasi, membuat saya merasa bersyukur sekaligus kurang santai dalam menjalani setiap kesempatan. Saya menjadi lebih idealis dalam menyikapi keadaan, dan baru merasa bahagia jika bisa dan berhasil bertanggung jawab. Setidaknya bertanggung jawab pada diri sendiri dan totalitas pada ke-4 hobi yang saya cintai: belajar, mengajar, meneliti, dan berorganisasi. Saya mengabdi menjadi pendidik di universitas negeri di Bogor karena saya sangat suka mengajar, sehingga dapat melegalkan hobi saya yang senang belajar dan meneliti hingga saya tua nanti. Untuk catatan refleksi bertema kepemudaan kali ini, saya akan lebih bercerita mengenai kegemaran saya berorganisasi.

Bermula dari kegemaran saya pada organisasi dan kebudayaan Jepang, pemuda Jepang, hingga origami dan manga, saya mencoba untuk mengikuti seleksi beasiswa dari Jepang foundation – Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Jepang. Ratih cilik yang masih SMU kelas 1 itu berusaha meyakinkan pewawancara bahwa negara tidak akan sia-sia jika berinvestasi pada saya. PD sekali ya. Kala itu saya hanya terinspirasi perkataan Jhelz, “Confidence is not being proud of yourself, it is about believing in yourself”. Dan akhirnya beasiswa itu yang membiayai saya dari SMU hingga studi lanjutan sarjana dan master, yang keduanya di almamater tempat saya mengabdi hingga saat ini, IPB.

Tahun 2009 saya kebetulan terpilih atas sejumlah seleksi menjadi Youth Leader untuk kontingen Indonesia pada The Ship for South East Asian Youth Program (SSEAYP) yang disponsori oleh Pemerintah Jepang dan Kementerian Pemuda & Olahraga Indonesia – singkatnya, Program Duta Muda untuk ke Jepang dan negara-negara ASEAN. Dalam program itu saya banyak belajar mengenai kepemimpinan, seni diplomasi, kebudayaan, dan terlebih lagi kepemudaan. Sebagai pemimpin kontingen, saya melihat bahwa kontingen Indonesia memiliki kualitas pemudi-pemuda dari seluruh Nusantara yang benar-benar mampu mematahkan hasil survey atas rendahnya prestasi dan kualitas SDM bangsa Indonesia dibandingkan negara-negara Jepang dan ASEAN, tentunya di laga duta muda. Tujuan jangka panjang dari program itu untuk membina pemudi-pemuda sebagai generasi penerus dan pemimpin masa depan bangsa.

Secara analisis kecenderungan, ketika sering berkesempatan mendapatkan sponsor dari Pemerintah Jepang, maka prediksi selanjutnya adalah saya akan melanjutkan studi lanjutan doktor di Jepang dan mendapatkan jodoh lelaki Jepang.

Dalam setiap hasil penelitian ada saja hasil yang tidak dapat diduga. Beasiswa dari the World Bank yang didominasi sponsor dari the Japan Indonesia Presidential Scholarship memilihkan saya studi doktor bidang Human Resource Management di Australia. Sejak takdir membawa saya ke Canberra, saya juga aktif berorganisasi di Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) sebagai wakil ketua untuk ranting University of Canberra periode 2011-2012 dan kemudian menggagas Forum Indonesia bersama rekan-rekan. Forum Indonesia mendiskusikan hasil penelitian teman-teman postgraduate tentang Indonesia dan menghadirkan pakar dan pengajar dari Australia dan negara lain untuk mendapatkan pemerkayaan. Forum ini diadakan secara rutin setiap bulannya dalam forum berbahasa Inggris karena mengundang pakar dan mahasiswa Internasional. Forum tersebut juga secara resmi memperoleh dukungan dan pendanaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia dan University of Canberra. Keterlibatan dan komitmen di PPIA tingkat Universitas membuat saya diberikan amanah selanjutnya sebagai wakil ketua umum untuk PPIA tingkat nasional saat ini, yang membantu koordinasi program kerja antara lain Buku Untuk Anak Bangsa (BUAB), Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI), Olimpiade PPIA (Olimppia), Career Channelling, Publikasi Akademis, PPIA Mengajar, School Engagement, sponsorship, creative & merchandise, koordinasi dengan Persatuan Pelajar Indonesia seluruh dunia dan koordinasi eksternal lainnya.

Kesempatan menempuh studi di negara asing membuat saya ingin lebih berbuat sesuatu untuk tanah air. Saya sedih seringkali media sosial terkesan hanya menjadi ajang untuk menghakimi buruk bangsa sendiri dan mengelu-elukan kehebatan bangsa lain, tanpa menempatkan dan memetakan permasalahan secara lebih obyektif. Pernyataan saya tersebut pun bisa didebat bahwa seringkali memang kita juga harus introspeksi diri mengenai tata kelola bangsa kita. Hal itu menyadarkan saya bahwa pada dasarnya kaum terdidik Indonesia sangatlah kritis. Tantangannya adalah bagaimana membangun sikap kritis itu dengan semangat optimis, mengembangkan argumentasi yang kontekstual serta membangun logika dan solusi secara lebih obyektif.

Saya percaya bahwa setiap kepingan pemikiran yang konstruktif selalu memiliki arti. Oleh karena itu saya mempersembahkan www.puzzleminds.com sebagai media dan beranda bagi berkumpulnya kepingan pemikiran untuk Indonesia dari berbagai kalangan, yang secara berkelanjutan, memberikan pemikiran konstruktif dan kritis optimis bagi kemajuan tanah air yang kita cintai. Tema penulisan dalam puzzleminds.com – sharing ideas for Indonesia mencakup berbagai bidang, antara lain Hukum, Ekonomi, Manajemen, Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Pertanian, Kelautan & Perikanan, Agribisnis, Sains, Sustainability, Layanan Publik, dan berbagai tema lainnya, dan harapannya dapat menginspirasi kegiatan-kegiatan pembangunan di Indonesia. Catatan kontribusi dalam situs online tersebut juga dapat diakses melalui homepage facebook dan twitter.

Saya mencintai negeri ini, dan bagi saya, cinta adalah pengabdian dan pengabdian adalah totalitas. Kiprah sebagai pemudi yang mengupayakan secara kolektif untuk turut membangun bangsa lewat kontribusi pemikiran, membuat saya sangat berharap hal ini mendapat dukungan banyak pihak dan juga dapat menggaungkan semangat dan inspirasi kepada banyak orang untuk berpikir dan bertindak tepat. Membangun Indonesia dan mengelola perubahan perlu dilakukan oleh banyak pihak dengan semangat kebersamaan, harus dilakukan sekarang, dan konsisten mencapai tujuan.

Salam Pemudi Pemuda!

Ratih Maria Dhewi

www.puzzleminds.com

twitter @puzzleminds