“Bunda……bacain buku dong. Malam ini aku mau dengerin cerita Pinokio”. Begitulah permintaan si kecil untuk dininabobokan sambil mendengarkan cerita-cerita favoritnya. Anakku Bagas memang baru berusia 3 tahun dan belum bisa membaca sendiri. Hal yang wajar menurutku. Meskipun begitu, dia selalu semangat membuka buku-buku cerita yang dihiasi gambar warna-warni yang atraktif. Harus kuakui kalau kegemarannya akan buku dimulai sejak dia memulai hari-harinya di salah satu child care di Perth di tahun 2011. Setiap hari dia selalu mendengarkan cerita-cerita yang dibacakan para carer disana. Kebiasaan barunya ini menyadarkanku yang dahulu memang sering tidak punya waktu untuk sekedar membacakan buku ketika masih di Jakarta. Rutinitas kerja sehari-hari di kantor membuatku seringkali tidak mempunyai cukup tenaga untuk menghabiskan waktu dengan membacakan cerita untuk buah hatiku.

Membaca bersama buah hati akan menumbuhkan kebiasaan membaca dan membangun hubungan emosional

Semenjak berubah status menjadi mahasiswa S3 di Curtin University, akupun mempunyai lebih banyak waktu bersamanya. Tak bisa kupungkiri bahwa budaya membaca sedari dini adalah salah satu nilai positif yang kudapat semenjak tinggal dan belajar di Australia. Menariknya, budaya gemar membaca ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak orang tua. Pemerintah dan semua komponen masyarakat berperan aktif dan bekerja sama merancang dan menyelenggarakan berbagai program untuk mendorong kebiasaan membaca. Salah satu program terbesar dan komprehensif yang ada di Australia Barat dikenal dengan sebutan Better Beginnings (BB). Program ini diinisiasi oleh Western Australia(WA)  State Library bekerja sama dengan perpustakaan-perpustakaan lokal dan masyarakat yang ada di berbagai kota di Australia Barat. Tujuan program ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan literasi (melek huruf) tapi beyond that untuk memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para orang tua dan anak-anak melalui sharing cerita-cerita sederhana. Dengan cerita yang langsung dibacakan orang tua ke anak-anaknya, secara langsung akan membangun fondasi hubungan emosional yang baik dan merangsang daya imajinasi anak. Aktivitas yang menyenangkan ini pun akan tertanam dalam memori anak-anak seumur hidupnya. Diharapkan kelak anak-anak ini akan meneruskan kebiasaan ini ketika mereka besar dan menularkannya kepada generasi selanjutnya.

Program perdana Reading Pack dan Program  untuk Komunitas Aborigin

Agar program BB ini berhasil, tentunya membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. BB mendapatkan suntikan dana yang besar dari pemerintah setempat dan  perusahaan tambang yang ada di Australia Barat. BB memulai program pertamanya di tahun 2004 melalui Reading Pack yang dipinjamkan ke local libraries di sejumlah kota seperti Rockingham, Mandurah, Armadale dan Midland. Reading Pack ini kemudian digunakan oleh staf dan volunteer yang ada di sana untuk mengadakan sesi rhyme time (menyanyi bersama) dan story telling kepada para keluarga yang mempunyai anak balita. Selain itu juga diadakan kerja sama dengan perawat yang ada di pusat kesehatan setempat untuk membagikan Reading Pack ini kepada para orang tua yang membawa bayinya untuk pemeriksaan kesehatan. Untuk lebih menjangkau lebih banyak keluarga dan masyarakat, didirikan juga Family Reading Centre dan kunjungan ke child care centres dan play group  untuk memperkenalkan program Reading Pack. Setelah berjalan kurang lebih 6 tahun, program ini pun telah menjangkau lebih dari 150,000 keluarga. Animo yang positif ini dijawab pemerintah dengan komitmen yang solid melalui pemberian reading pack secara gratis kepada semua anak-anak di Australia Barat yang berusia 4-5 tahun yang baru memulai pendidikan formalnya di sekolah.

Program yang khusus dirancang untuk Komunitas Aborigin (sumber:www.better-beginnings.com.au)

Selanjutnya BB pun mencoba merangkul kominitas masyarakat asli (Komunitas Aborigin) yang berdomisili cukup terisolasi dan jauh dari akses local libraries. Untuk itu BB meluncurkan program “Read To Me, I Love It”. Program ini dimulai sejak tahun 2010 dan tidak kurang dari 85 komunitas Aborigin yang ikut berpartisipasi. Program “ Read To Me, I Love It” ini intinya bertujuan untuk mempermudah para orang tua Aborigin untuk untuk berbagi dan membacakan cerita kepada anak-anaknya melalui buku, DVD dan berbagai sumber bacaan yang memuat sejarah, budaya dan kisah kehidupan sehari-hari keluarga Aborigin. Cara ini menurutku sangat pintar karena kisah-kisah dalam DVD maupun bacaan tersebut adalah kisah yang begitu familiar sehingga pesan-pesan yang disampaikan akan lebih mudah dicerna.

Better Beginnings pun tidak berpuas diri dengan program-program yang sudah ada. Peluncuran websitenya pun dipersiapkan dengan matang melalui acara gathering keluarga melalui Better Beginnings Carnivale. Mau tahu seperti apa kemeriahan carnivalenya. Ikuti terus ya di kisah selanjutnya