UQ Alumni Book Fair
(http://www.pf.uq.edu.au/UQCentre/exhall.html)
 Saya suka sekali buku. Lebih tepatnya, suka sekali belanja buku. Itulah sebabnya saya selalu excited tiap ada book fair alias pameran buku bekas di Brisbane. Ada dua pameran buku bekas yang selalu saya sempatkan untuk kunjungi tiap tahunnya. Yang pertama adalah Brisbane Bookfest yang biasanya diadakan tiap awal dan pertengahan tahun. Pameran buku yang kedua adalah UQ Alumni Book Fair, yang tahun 2011 lalu diadakan pada bulan Mei. Keduanya adalah pameran buku dengan skala besar, biasanya diadakan di ruangan sekelas convention centre.

Apa istimewanya pameran buku bekas ini? Selain jumlah bukunya, tentu saja adalah harga bukunya. Namun tentu saja harga tergantung dari kondisi bukunya. Jika bukunya masih sangat bagus seperti baru, biasanya dihargai lebih dari $10. Namun jika buku sudah agak keriting, kusam, apalagi koyak, harganya bisa menjadi $2 atau bahkan 50c. Di Bookfest, biasanya buku-buku tersebut dibagi dalam 3 lorong. Lorong pertama adalah buku-buku yang kondisinya paling jelek, sementara lorong ketiga untuk buku-buku paling baru dan paling bagus kondisinya. Saya biasanya memilih lorong nomor 2, baru kalau kurang puas saya pindah ke lorong nomor 3.

Salah satu temuan saya di Bookfest tahun 2011 lalu adalah komik Asterix dan Obelix dalam bahasa Indonesia. Hmm…entah siapa yang akhirnya membeli komik-komik tersebut.

Suasana Bookfest di Brisbane Convention Centre
(http://brisbane.concreteplayground.com.au/event/43772/lifeline-bookfest.htm)

Pameran buku ini termasuk salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Brisbane. Terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang dan memborong buku, baik orang tua, muda, pelajar, maupun keluarga dengan anak-anak mereka. Ada juga yang membawa trolley belanja saking niatnya membeli banyak buku. Kadang di hari terakhir pameran buku, pengunjung boleh mengisi satu kantong plastik dengan buku sebanyak-banyaknya dan hanya dihargai $10.

Koleksi buku hasil hunting di pameran buku

Buku apa saja yang ada di pameran buku bekas? Banyak sekali macamnya. Biasanya panitia mengkategorikan buku-buku tersebut untuk lebih memudahkan pengunjung. Ada bagian ‘Sci-Fi’, ‘Fiction’, ‘Non-Fiction’, ‘History’, ‘Architecture’, ‘Children’, bahkan ada juga ‘Magazine’, CD, DVD, dan piringan hitam. Kalau saya biasanya langsung menuju kategori ‘Fiction’ baru ke kategori ‘Social’ atau ‘Communication’. Akibatnya, hasil hunting saya lebih banyak novel ketimbang buku kuliah!

Sekarang, melihat harga buku impor di Jakarta yang sebagian besar Rp 100.000 ke atas, rasanya kangen book fair di Brisbane! Mungkin banyaknya akses ke buku murah ini juga salah satu sebab kenapa minat baca masyarakat Australia lebih besar dari di Indonesia.

Share on Facebook