Terispirasi oleh ayah saya yang telah menjadi pendonor darah sukarela secara rutin selama tiga puluh tahun, saya pun memberanikan diri mengikuti gaya hidup beliau ketika persyaratan usia, berat badan dan “keberanian” sudah terpenuhi. Persyaratan “berani” ini menjadi isu buat saya karena walaupun sudah gagah minta diajak serta Bapak ke PMI, saya sempat tiga kali membatalkan niat saya 🙂 Bapak juga tidak memaksa, beliau benar-benar menunggu kesiapan saya. Akhirnya, pada perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2008 silam dalam acara Donor Darah Keliling yang ada di kantor RW saya resmi tercatat sebagai pendonor darah sukarela untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, saya secara rutin mendonorkan darah ke PMI setiap tiga bulan sekali.

Ketika saya harus menempuh pendidikan saya di Australia, saya berpikir bahwa saya harus meneruskan kebiasaan donor darah saya di mana pun saya berada. Jadi, setelah menetap di Melbourne selama empat bulan saya pun mencari informasi mengenai donor darah via Google. Saya pun dibawa ke website Australian Red Cross Blood Service dan menemukan banyak informasi mengenai donor darah di sana.

gambar: dok. pribadi

Ada beberapa perbedaan pada persyaratan donor darah antara di Indonesia dan Australia. Menurut info yang saya baca di website, persyaratan untuk donor darah adalah:

1. Berusia antara 17-70 tahun

2. Tidak bertato

3. Tidak sedang hamil atau baru melahirkan

4. Tidak memiliki gangguan pada jantung

5. Tidak memiliki tingkat zat besi yang rendah pada tubuh

6. Tidak menetap di wilayah United Kingdom selama 6 bulan atau lebih pada tahun 1980-1996

7. Tidak melakukan aktivitas seksual beresiko tinggi selama 12 bulan terakhir

8. Tidak menggunakan obat-obatan terlarang

9. Berat badan lebih dari 45kg

10.Tidak sakit atau mengkonsumsi obat dalam 7 hari terakhir sebelum donor

Apabila kita memenuhi syarat-syarat tersebut, kita bisa membuat janji untuk melakukan donor darah pada donor centre terdekat dengan menghubungi nomer telpon 131495.

Jika sudah ditentukan tanggal dan waktu donor, 3 jam sebelum donor pastikan kita sudah makan dan minum minimal 3 gelas air. Selain itu, pastikan juga kita membawa ID Card dengan foto kita tercantum di sana. Di donor centre kita akan mengisi formulir yang lumayan banyak dan cukup membingungkan. Staf donor centre akan senang hati menjawab semua pertanyaan kita jika kita merasa kurang jelas dengan pertanyaan yang tercantum di sana.

Setelah itu kita akan menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti tekanan darah dan jumlah hemoglobin. Jika semua persyaratan dan pemeriksaan telah terpenuhi dan kita dinyatakan berhak melakukan donor, maka petugas medik akan menyiapkan peralatan dan mengambil darah kita.

gambar: dok. pribadi

Prosesnya tidak lama, hanya sekitar 20 menit sudah selesai dan kita bisa terus menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan di kantin. Semuanya gratis dan sangat banyak variasinya….. 😛 Kalau di Australia, ransum setelah donor tidak dibatasi. Jadi, kita bisa mengambil sebanyak yang kita suka (woohoooo! ^^).

Petugas donor darah lalu mengingatkan jika dalam 7 hari pendonor merasa kurang sehat, maka sebaiknya kita menghubungi donor centre. Demikian pula jika donor centre menemukan ada sesuatu yang tidak normal dalam darah pendonor, maka pendonor akan diberitahu. Dengan demikian berlaku sistem kontrol 2 arah.

Setelah berhasil melakukan donor darah untuk pertama kalinya, saya diminta untuk datang kembali 3 bulan lagi. Biasanya 2 hari sebelum jadwal donor selanjutnya saya akan menerima notifikasi melalui sms 😀

PERKENALAN DENGAN DONOR PLASMA

Setelah sukses melakukan donor sebanyak 2 kali, saya mendapat informasi lebih jauh mengenai donor darah dari petugas medik di donor centre. Mereka menanyakan apakah saya berminat untuk menjadi donor plasma (trombosit). Hal ini dikarenakan trombosit sangat dibutuhkan untuk pasien sakit berat dan lama, seperti kanker stadium lanjut. Saya pun mendapat banyak penjelasan mengenai plasma donor dari brosur yang diberikan petugas medik.

Intinya, donor plasma dilakukan melalui proses aferesis. Prosesnya adalah darah akan dikeluarkan melalui perangkat steril yang menghubungkan ke mesin pemisah sel darah.

gambar: dok. pribadi

Mesin tersebut akan memisahkan plasma darah dan mengumpulkannya ke dalam kantong yang tersedia.

gambar: dok pribadi

Sisa sel darah lainnya seperti sel darah merah, sel darah putih dan platelets akan kembali dimasukkan ke tubuh kita melalui lengan yang sama bersama dengan cairan infus (saline) sebagai bagian dari prosedur keselamatan. Waktu untuk melakukan donor plasma lebih lama dari pada whole blood donor, sekitar 60 menit.

Kita bisa melakukan proses donor plasma kembali hanya dalam waktu 2 minggu kemudian, bukan 3 bulan seperti whole blood donor, karena sel darah merah dikembalikan ke dalam tubuh dalam proses donor plasma. Jadi, bisa lebih sering donor dan lebih banyak membantu orang yang membutuhkan 😀

Kabar baik yang berkembang di sosial media, PMI Jakarta Pusat yang berada di Kramat sekarang juga sudah mulai melaksanakan  donor plasma disamping donor darah yang selama ini kita kenal.

So, ayo… jadikan donor darah menjadi bagian dari gaya hidup sehat kita kapan pun dan dimana pun. (am)