Sebagai perempuan, apalagi di negara asing, wajar kalau kadang saya merasa was-was saat harus pulang malam sendirian. Tapi berkeliaran di Brisbane, mau siang atau malam, mau saat ramai ataupun, sepi, bisa dikatakan sangat aman. Tidak ada copet dan hampir tidak ada orang iseng yang suka mengganggu orang lain.

Nongkrong di CBD walaupun toko-toko sudah tutup

Saya sempat merasakan betapa helpful-nya orang-orang Australia jika barang pribadi kita tertinggal di suatu tempat. Saat tas teman saya tertinggal di bis, supirnya berbaik hati kembali ke bus stop tempat kami turun untuk mengembalikan barang tersebut. Saat handphone saya terjatuh di sebuah toilet umum di Gold Coast, seorang perempuan menemukan dan menyimpannya. Ketika saya telepon HP saya, perempuan itu menyilakan saya untuk datang dan mengambilnya. Banyak lagi teman saya yang juga mengalami kejadian serupa. Kalau ini terjadi di Jakarta? Bisa dipastikan, tamatlah riwayat HP saya!

Saat saya jalan atau naik angkutan umum sendirian, saya juga merasa aman. Pada dasarnya orang-orang di Australia akan sibuk dengan urusannya masing-masing. Kebanyakan dari mereka sibuk mendengarkan musik atau main game di iPhone masing-masing. Jadi sangat jarang saya menemukan orang yang sengaja menggoda atau mengganggu orang lain. Namun bukan berarti tidak ada orang yang tahu-tahu berteriak ke arah kita atau ribut bernyanyi dan tertawa-tawa di bis. Pasti ada lah. Dan biasanya, itu karena mereka sedang mabuk. Kalau sudah begitu, waspada saja. Apalagi tiap Jumat malam, saat weekend sudah tiba. Sudah beberapa kali saya satu bis dengan segerombolan mahasiswa mabuk yang bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan. Sempat stres juga! Tapi sekali lagi, walaupun mereka mabuk dan ribut, tidak berarti mereka berbahaya dan mengganggu keselamatan kita. Yah, kalau saya sih, paling deg-degan sedikit.

Bus interchange Cultural Centre - aman tanpa copet

Namun bukan berarti tidak ada kejadian buruk sama sekali ya. Kejadian paling parah yang pernah saya dengar justru terjadi saat saya sudah pulang ke Indonesia. Menurut kabar, ada sebuah unit yang ditinggali 2 mahasiswi Indonesia yang kemasukan maling. Handphone dan beberapa benda berharga lainnya pun raib.

Hal ini membuktikan, walaupun Australia sangat aman, kita tetap harus berhati-hati dan pandai melihat situasi. Tapi tetap saja, Brisbane jauh lebih aman daripada Jakarta. Dan rasa aman itu adalah salah satu yang saya rindukan begitu saya kembali ke Jakarta.