Siapa bilang museum isinya hanya barang-barang kuno yang mengumpulkan debu? Di Australia, museum justru menjadi tempat hiburan menarik bagi anggota masyarakat dari berbagai latar belakang dan usia. Selain informatif, museum pada umumnya didesain dengan tampilan interaktif yang sangat menarik. Banyak diantaranya gratis, namun kalaupun berbayar biasanya tidak terlalu mahal dan bisa mendapatkan potongan harga bagi pelajar dan anak-anak.

Pada umumnya, kota-kota besar di Australia memiliki setidaknya satu museum daerah (yang menampilkan sejarah negara bagian), museum kota, dan terkadang museum nasional. Selain itu terdapat banyak museum kecil lainnya yang menampilkan tema tertentu yang lebih spesifik, misalnya Police Museum dan Immigration Museum.

Berikut adalah review tentang beberapa museum favoritku yang pernah dikunjungi selama di Australia:

Melbourne Museum – Melbourne, Victoria

Ini mungkin merupakan salah satu museum terbaik yang pernah kukunjungi di Australia! Museum tujuh lantai yang menampilkan berbagai tema dari sejarah geologi, taksonomi hingga energi ini seakan tidak habis-habisnya membuat pengunjung ber-“wow” dan “aaah”-ria. Koleksi lengkap hewannya (yang telah diawetkan) benar-benar mencengangkan.

Display hewan di Melbourne Museum

Salah satu display interaktif favoritku adalah ilustrasi sistem pencernaan manusia, di mana pengunjung mengikuti alur perjalanan sebuah makanan yang ditelan, dicerna, lalu kemudian dibuang keluar dari tubuh—yang diakhiri dengan efek bunyi kentut yang meyakinkan.

Immigration Museum – Melbourne, Victoria

Sebagai salah satu negara tujuan utama para imigran sejak perang dunia kedua, penduduk Australia memiliki keanekaragaman latar belakang budaya yang sangat tinggi (kurang lebih 270 kebangsaan dari seluruh dunia).

Immigration Museum menampilkan beragam kisah pribadi para imigran yang datang ke Australia, baik yang dilatari alasan politik, peperangan, dan kemiskinan di negara masing-masing, maupun yang datang untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.

Di salah satu pojokan museum aku bahkan menemukan display kisah pribadi seorang perempuan Indonesia yang hijrah ke Australia bersama keluarganya. Ternyata dirinya dulu merupakan seorang mahasiswa yang studi menggunakan beasiswa dari pemerintah Australia! Hehe…

Old Melbourne Gaol – Melbourne, Victoria

Gedung bekas penjara paling tua di kota Melbourne ini masih dipelihara dengan baik sesuai kondisi aslinya: dinding-dinding batu yang besar, jeruji-jeruji besi yang tebal, serta palang kayu tempat hukuman gantung para penjahat—salah satunya Ned Kelly, buronan abad ke-19 yang tersohor. Bagian dalam gedung penjara sengaja dibiarkan temaram. Foto atau rekonstruksi wajah para tahanan, beserta kisah kejahatan masing-masing juga ditampilkan di dalam tiap sel penjara yang sempit dan dingin.

Persis di sebelah Old Melbourne Gaol terdapat kompleks City Watch House yang hingga tahun 1994 merupakan bekas lokasi tahanan sementara para penjahat kelas teri kota Melbourne. Setiap harinya terdapat tour interaktif selama 40 menit yang melibatkan pengunjung untuk merasakan sendiri pengalaman ‘digelandang’ oleh polisi, proses interogasi, hingga disekap dalam sel.

Old Melbourne Gaol

Pemandu tour merupakan aktor betulan yang serius menjalani perannya sebagai polisi galak, lengkap dengan seragam kerja, pentungan, dan pistolnya. Pengunjung masing-masing diberikan kartu identitas fiktif dengan info jenis kejahatan yang telah dilakukan—aku kebagian peran menjadi Maggie Smith, perempuan yang ditangkap karena mengutil di toko. Kamipun disuruh berbaris di sepanjang dinding dan diinterogasi sesuai kejahatan terkait. Pengunjung yang awalnya cengengesan melihat si ‘polisi galak’ ini lama-lama terbawa peran dan ikut serius juga dengan suasana yang dibangun.

Puncaknya adalah ketika kami dimasukkan rame-rame ke dalam sel yang gelap gulita dan disuruh menunggu cukup lama dalam keheningan—ceritanya ‘waktu refleksi’ untuk menyadari kesalahan kami. Bagi yang kebelet ingin ke WC namun tidak diperbolehkan keluar sel, ada pojokan pesing yang bisa digunakan untuk semua tahanan.

Setelah sesi ‘menegangkan’ itu, pengunjung diberi waktu untuk foto dengan latar belakang bergaris dan memegang papan nomor tahanan—layaknya kriminil betulan!

Police Museum – Brisbane, Queensland

Lokasinya yang tersembunyi di antara gedung-gedung pencakar langit di tengah kota Brisbane membuat museum sederhana ini hampir tak terdeteksi. Highlight dari museum ini adalah ruang rekonstruksi pembunuhan yang mengajak pengunjung berspekulasi tentang proses kejahatan menggunakan barang bukti yang tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP), seperti ceceran darah dan lubang bekas tembakan peluru di tembok.

Museum of Tropical Queensland – Townsville, Queensland

Display tropical rainforest di Queensland Tropical Museum

Museum yang sangat ramah anak ini memfokuskan tema pamerannya tentang kehidupan bawah laut Great Barrier Reef serta hutan tropis Tropical North Australia. Kreativitas dan rasa ingin tahu anak-anak kecil dimanjakan melalui display super interaktif yang mendorong mereka untuk mencari informasi tersembunyi dengan membuka pintu-pintu rahasia, menggali tumpukan pasir, hingga merangkak melalui lorong-lorong gelap yang dedesain menyerupai alam bawah laut. Display hutan tropisnya bahkan dibuat semirip mungkin dengan hutan asli; cahaya temaram dan bunyi-bunyian hutan, lengkap dengan sulur akar rambat hingga serangga-serangganya.

Masih ada lagikah museum-museum lainnya yang menarik untuk dikunjungi di Australia? Ikuti kisahku di tulisan selanjutnya!