Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sebelumnya untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat favorit keluarga. Buku-buku yang berdebu, terbitan lama dan ruang baca yang suram. Bayangan itu selalu melintas di kepala setiap kali ada yang mengatakan perpustakaan umum. Terakhir saya ke perpustakaan umum Jakarta Selatan sekitar 15 tahun yang lalu, senang sekali rasanya bisa mendapatkan buku karangan Enid Blyton diantara buku-buku pelajaran yang ada. Setelah semua buku karangan Enid Blyton dibaca, saya tidak pernah lagi ke perpustakaan itu, tidak tahu perkembangannya sekarang. Ketika tiba di Canberra, sungguh terkejut saya mendapatkan perpustakaan umum yang sangat nyaman dengan buku-buku populer dan majalah-majalah terbitan terbaru yang sangat banyak. Buku-buku karangan Enid Blyton yang tidak pernah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia bisa dengan mudah saya pinjam. Hobi saya membaca buku anak-anak serasa disambut dengan koleksinya yang luar biasa.

Story telling di Belconnen Library

Anak saya yang berumur empat tahun dan juga gemar membaca (dibacakan) buku cerita selalu semangat untuk pergi ke perpustakaan. Didukung dengan program di childcare-nya yang membiasakan dia untuk membaca buku, jadilah dia kutu buku kecil yang suka berlama-lama di kids corner. Namun demikian, kegiatan yang ditunggu-tunggu olehnya setiap minggu adalah story telling. Satu hari dalam seminggu, salah seorang staf perpustakaan akan mengumpulkan anak-anak untuk dibacakan beberapa buku diselingi dengan menyanyi dan menari bersama. Kegiatan selama 1,5 jam ini ditutup dengan mewarnai gambar atau membuat prakarya yang berkaitan dengan tema cerita yang dibacakan sebelumnya. Asiknya lagi, untuk jadi anggota dan mengikuti kegiatan-kegiatan itu tidak diminta biaya apapun, atau gratis *kata favorit untuk mahasiswa dengan penghasilan terbatas*.

Mewarnai setelah selesai story telling

Setiap satu atau dua mingggu sekali kami sekeluarga meminjam sekantong buku cerita dan juga film. Ya, selain buku, perpustakaan umum yang ada di hampir seluruh suburb yang besar ini meminjamkan film-film populer, dokumentasi, pendidikan dan lainnya.  Bukan hanya untuk anak-anak, tapi film untuk orang dewasapun  juga banyak. Desperate Housewives, Sex and the City, Big Bang Theory,The Devil Wears Prada dan berbagai film Hollywood yang terkenal biasa saya pinjam, terutama untuk mengisi liburan. Enaknya juga, letak perpustakaan umumnya strategis, di dalam satu kompleks pusat-pusat perbelanjaan. Kalau tidak sempat berlama-lama di perpustakaan, kita juga bisa mencari dan meminjam buku atau film dari website mereka http://www.library.act.gov.au/

Jika rajin dan punya cukup banyak waktu, ada berbagai kegiatan menarik yang ditawarkan oleh perpustakaan, umumnya gratis. Diantaranya adalah belajar IELTS atau ikut grup percakapan untuk memperlancar Bahasa Inggris kita. Summer holiday kemarin, saya sempat lihat pengumuman bahwa mereka juga menawarkan les renang gratis untuk orang dewasa yang belum bisa berenang!

Kalau sempat nonton film You’ve Got Mail, mungkin ingat toko buku kecil Shop Around the Corner yang biasa membacakan buku-buku cerita kepada anak-anak. Sekarang saya tidak lagi harus berkhayal untuk datang ke toko buku itu, tapi cukup datang ke perpustakaan umum bersama anak saya. Ya, perpustakaan kini menjadi salah satu tempat favorit keluarga kami.