kebakaran hutan

Ada 516 taman nasional di Australia. Mencakup wilayah 25 juta hektar. Saya ingin berbagi pengalaman dengan satu taman nasional saja yang ada di Sydney. Namun, sebelum saya membahas mengenai tempat yang menurut saya pribadi sangat penting ini, baiknya saya memperkenalkan diri dulu. Saya mahasiswa kelewat dewasa (mature student) mengambil S3 di Australian National University. Mungkin agak beda dari pembahas di Neng Koala sebelumnya, saya tinggal di Australia relatif lama, sekitar 12 tahun. Saya, suami dan satu anak tinggal di desa Helensburgh yang berpenduduk sekitar 3 ribu orang. Desa ini terletak 45 km di selatan Sydney dan 25 km di utara Wollongong, di pinggir taman nasional ke dua tertua di dunia, Royal National Park.

Kenapa kami tinggal di pinggir “hutan”? Saya tinggal 25 tahun di Jakarta dan dari kecil masalah kesehatan utama saya selalu berhubungan dengan (polusi) udara. Sekarang masalah itu sudah hilang. Selain itu, ada banyak kegiatan yang menyehatkan, murah (bisa dikatakan gratis, ongkos parkir sekitar A$60/tahun) dan meriah yang kami sekeluarga selalu lakukan di taman nasional, antara lain piknik, jalan kaki (bush walk), bersepeda, berenang. Di taman nasional ini ada banyak pantai yang asri. Jika ingin informasi lebih banyak ada di sini .

Salah satu masalah yang dihadapi setiap orang yang tinggal di sekitar taman nasional (bush, menurut Ozzi) adalah kebakaran hutan, yang sering dan biasanya terjadi pada musim panas sekitar akhir Desember hingga awal Februari. Pengalaman saya yang pertama terjadi 11 tahun lalu di hari natal. Sebagian Royal National Park terbakar. Asalnya dari percikan api yang dihasilkan oleh halilintar di padang rumput kering yang ditiup angin kencang sehingga kebakaran meluas dengan cepat. Tidak ada persiapan yang bisa dilakukan karena kami pada saat itu sedang ada di Jakarta, jadi tidak langsung menghadapi api yang menyala-nyala.

Menurut cerita tetangga, seluruh penduduk Helensburgh harus diungsikan. Pada saat itu semua orang sedang sibuk dengan keluarga masing-masing, makan siang di hari natal. Polisi mendatangi setiap rumah untuk memastikan penghuninya untuk meninggalkan tempat dan mengungsi ke bangunan yang disediakan (gedung olah raga) yang aman dari kebakaran, sekitar 15 km dari Helensburgh. Ada juga yang tidak mau mengungsi, hampir semua laki-laki, mereka bersiap mengamankan rumah masing-masing dengan senjata selang air. Hari itu 25 dari sekitar 600 rumah di Helensburgh dan desa tetangga terbakar. Rumah kami selamat. Alhamdulillah.

Pengalaman ke dua. Selama 2 tahun terakhir ini Sydney dan sekitarnya mendapat curah hujan yang lumayan karena fenomena La Nina. Padang rumput & hutan tumbuh subur. Pada musim panas tahun ini risiko kebakaran hutan sangat tinggi. Jauh-jauh hari pemerintah setempat (council) sudah mengingatkan penduduk untuk siaga. Pohon-pohon asli Australia (native bush) yang mudah terbakar, seperti eucalyptus dan banksia, dipangkas dan jangan sampai menyentuh rumah. Ranting-ranting kering dikumpulkan. Saluran air di atap rumah dibersihkan dari daun-daun kering. Semua sampah organik ini dibuang ditempat sampah hijau khusus tanaman untuk kemudian dikelola council. Selang air yang panjang disiapkan supaya tidak macet.

Pada hari Senin tanggal 7 Januari 2013, semua media elektronik (email, twitter, facebook dan telpon genggam) di kabupaten Illawara (dimana kami tinggal) menerima pesan bahwa esok hari risiko kebakaran sangat berbahaya (catastrophic). Council menyarankan semua penduduk untuk membaca berita dan “perintah” terbaru dari halaman maya rural fire service.

Mobil saya isi bensin lebih dari cukup untuk cepat meninggalkan tempat kalau diperlukan. Di dalam mobil satu tas kecil saya siapkan berisi: (1) satu setel baju masing-masing untuk suami, anak dan saya dan topi untuk menghindari terik matahari; (2) dua liter air minum dalam botol. Yang lain yang saya siapkan adalah dompet berisi semua kartu penting, telpon genggam dan komputer laptop berbaterai penuh untuk komunikasi. Dalam kondisi yang relatif gawat seperti ini, saya diingatkan bahwa yang paling penting adalah menyelamatkan jiwa.

Selasa 8 Januari 2013, suhu udara di Sydney dan Wollongong mencapai lebih dari 40 C. Jari-jari terasa memuai ketika berada di jalan raya atau menapak di jalan beton. Rasanya seperti dipanggang dalam oven. Seluruh Australia pada hari itu mengalami hari terpanas sejak data cuaca dicatat mulai tahun 1858. Di negara bagian New South Wales (NSW), lebih dari 140 kebakaran (bushfire) terjadi dan sekitar 1500 orang pemadam kebakaran bekerja keras. Untung bagi kami, kebakaran yang terdekat dari Helensburgh terjadi lebih dari 20 km sebelah barat, tapi angin hari itu tidak kencang. Kami terus memantau musim panas yang masih panjang ini, khususnya kalau suhu memanas lagi.