Sebelum saya berangkat sekolah ke Australia dan memulai program PhD saya di Australian National University (ANU) di Canberra, saya sudah memutuskan untuk menggunakan data sekunder untuk penelitian saya. Sudah terbayang data-data yang akan saya gunakan. Semuanya data hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) termasuk diantaranya Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), Survei Tenaga Kerja Nasional (SAKERNAS), dan Potensi Desa (PODES) yang kesemuanya memiliki sedikit banyak informasi tentang pendidikan. Yang terpikir saat itu adalah saya akan kembali ke Indonesia untuk memperoleh data-data tersebut langsung dari BPS jika data yang ada di kantor saya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), tidak mencukupi.

Ternyata oh ternyata, data yang saya butuhkan semua ada di kampus ini. Tidak hanya data dari ketiga survei yang saya sebutkan sebelumnya, tetapi juga data Sensus Penduduk (S), Survey Antar Sensus (SUPAS), dan Survei 100 Desa. Dan kebetulan saya salah satu yang diminta untuk “membersihkan” data-data tersebut mulai dari menerjemahkan kuesioner sampai memberi nama dan mengisi label-label variabel yang ada di dataset.

Data tersebut dikelola oleh Australian Social Science Data Archive (ASSDA) yang ada di ANU. Data yang ada dapat diakses dan digunakan oleh semua staf dan mahasiswa ANU tanpa dipungut biaya. Yang perlu dilakukan tinggal masuk ke websitenya ASSDA. Semua pengunjung website ini bisa mencari data yang ada di katalog dan mengunduh materi yang relevan termasuk kuesioner dan codebook dari masing-masing data. Untuk pengguna yang sudah melakukan registrasi bahkan bisa melakukan analisa menggunakan data yang ada. Informasi lengkapnya termasuk bagaimana meminta data mentahnya bisa langsung dilihat di website tersebut.

Dalam postingan ini saya ingin berbagi informasi tentang apa saja informasi yang ada di tiga sumber data, yaitu SUSENAS, SAKERNAS, dan PODES, termasuk data tahun berapa saja yang tersedia. Mudah-mudahan membantu teman-teman yang juga berniat menggunakan data sekunder atau yang akan melihat kondisi makro Indonesia sebelum terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data primer. Nih dia data-data tersebut.

1. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)

Data SUSENAS merupakan sumber informasi untuk memonitor perkembangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Saat ini SUSENAS dilakukan dua kali setiap tahunnya yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Namun demikian hanya data bulan Agustus yang tersedia di ANU karena sampel yang diambil pada bulan tersebut lebih banyak jadi lebih representatif bahkan sampai tingkat kabupaten/kota.  Meskipun survei ini dilakukan sejak tahun 1963, hanya data dari tahun 1992 sampai tahun 2010 yang tersedia di ANU. Sebentar lagi pasti yang tahun 2011 dan 2012 juga tersedia.

Data utama mencakup informasi tentang karakteristik rumah tangga dan anggota rumah tangga. Karakteristik rumah tangga mencakup antara lain kepemilikan rumah, materi utama bangunan rumah seperti lantai, dinding dan atap, ketersediaan air minum dan fasilitas mandi, ketersediaan listrik, kepemilikan barang seperti kendaraan, dan pengeluaran rumah tangga termasuk pengeluaran pangan dan non-pangan. Sementara itu karakteristik anggota rumah tangga mencakup umur, jenis kelamin, status pernikahan, partisipasi pendidikan, status kesehatan, aktivitas yang dilakukan, sampai dengan pemakaian kontrasepsi.

Disamping kuesioner utama (core)  tentang sosial ekonomi masyarakat Indonesia, sejak tahun 1992 survei ini juga menyebar kuesioner modul untuk topik-topik tertentu yaitu modul pendidikan dan budaya, modul kesehatan, dan modul konsumsi rumah tangga yang bergiliran tiga tahun sekali. Untuk modul pendidikan ditanyakan juga mengenai status dan tipe sekolah, pengeluaran untuk sekolah, menerima atau tidak beasiswa termasuk sumber beasiswa dan penggunaannya. Untuk yang terkait dengan budaya ditanyakan juga aktivitas seni yang dilakukan. Karena ada isu multikulturalisme di Indonesia, penerimaan masyarakat terhadap rumah tangga yang berbeda agama dan suku termasuk pernikahan antar suku juga ditanyakan lho. Lengkap deh pokoknya. Untuk modul kesehatan ditanyakan antara lain apakah pernah sakit, jenis penyakit yang diderita, apakah menjalani perawatan, jika ya ditanyakan lebih lanjut siapa yang merawat termasuk dokter, bidan, atau dukun. Ditanyakan juga apakah mempunyai kartu sehat atau asuransi kesehatan orang miskin. Untuk modul konsumsi baik pangan maupun non-pangan, pertanyaannya sangat detail. Untuk makanan ditanyakan jenis makanannya sampai dengan volume yang dikonsumsi. Selain itu, pada beberapa survei juga ditanyakan mengenai aktivitas wisata dan kejadian kejahatan yang dialami oleh rumah tangga.

2. Survei Tenaga Kerja Nasional (SAKERNAS)

Survei Tenaga Kerja Nasional merupakan sumber utama informasi tentang ketenagakerjaan di Indonesia. Survei ini dilakukan untuk mencari tiga informasi utama: (1) data ketenagakerjaan menurut pendidikan, jumlah jam kerja, klasifikasi industri, dan jenis pekerjaan; (2) data pengangguran menurut karakteristik individu dan upaya yang dilakukan untuk mendapat pekerjaan; (3) data angkatan kerja yang tidak ada di lapangan kerja seperti yang sedang sekolah dan mengurus rumah tangga.

Survei ini hanya dilakukan untuk anggota keluarga yang berusia sepuluh tahun keatas. Informasi yang dikumpulkan meliputi:

  • Karakteristik anggota rumah tangga: hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, status pernikahan, dan pendidikan yang pernah diikuti.
  • Aktivitas selama minggu sebelumnya, apakah pekerja, sementara tidak bekerja, mencari pekerjaan, sekolah, atau mengurus rumah tangga;
  • Untuk yang sedang bekerja, ditanyakan juga tempatnya bekerja, status pekerjaan, jumlah jam kerja, sampai dengan gaji atau upah yang diterima.
  • Untuk yang sedang mencari pekerjaan ditanyakan tentang berapa lama mereka sudah mencari pekerjaan, jenis pekerjaan yang dicari, dan upaya apa yang mereka lakukan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sampai saat ini data yang tersedia adalah data tahun 1987, 1990, 1997, dan data tahun 2000 sampai dengan 2010. Mudah-mudahan data yang lebih baru segera tersedia.

3. Potensi Desa (PODES)

Data Potensi Desa merupakan data sensus yang dikumpulkan dari semua desa di Indonesia. Sensus ini dilakukan sejak tahun 1980 bersama-sama dengan Sensus Penduduk tahun itu. Data PODES dikumpulkan tiga  kali dalam sepuluh tahun. Informasi dari data PODES terus berkembang sesuai dengan kebutuhan untuk perencanaan pembangunan nasional dan regional.

Data yang dikumpulkan mencakup data tentang karakteristik desa, kependudukan dan ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan, pendidikan dan kesehatan, serta kelembagaan desa. Untuk karakteristik umum antara lain ditanyakan mengenai lokasi desa, luas wilayah, dan status desa. Untuk bagian kependudukan dan ketenagakerjaan ditanyakan tentang jumlah penduduk desa dan aktivitas utama yang dilakukan masyarakatnya. Informasi tentang pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri juga sudah ditanyakan dalam PODES terakhir. Untuk perumahan dan lingkungan ditanyakan tentang tipe rumah penduduk, apakah ada perumahan mewah dan perumahan kumuh, apakah ada sumber polusi, dan apakah desa tersebut rawan bencana alam. Untuk pendidikan ditanyakan secara detil jumlah fasilitas pendidikan dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi yang dibedakan antara negeri dan swasta. Jika di desa tidak ada sekolah, ditanyakan juga berapa jauh sekolah terdekat dari desa itu. Untuk kesehatan ditanyakan ketersediaan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu ditanyakan juga apakah ada rumah sakit, Puskesmas, atau pusat pelayanan kesehatan lainnya. Karakteristik kepala desa/lurah juga ditanyakan lho, seperti umurnya, jenis kelamin, pendidikan tertinggi yang pernah diikuti.

Data dari PODES ini sangat bermanfaat bila teman-teman mau turun ke lapangan untuk mengambil data primer. Paling tidak teman-teman sudah mengetahui secara garis besar masyarakat di desa tempat penelitian yang akan dilakukan. Data PODES yang tersedia di ANU adalah data sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2008.

Itulah teman-teman sepenggal informasi tentang data-data yang ada di ANU. Cukup lengkap bukan? Jadi untuk teman-teman yang mau menggunakan data sekunder, tidak perlu sibuk-sibuk dan mengeluarkan banyak biaya untuk mengambil data di BPS Jakarta. Saat ini yang bisa mengakses data mentah memang baru staf dan mahasiswa ANU, tetapi upaya agar data mentah juga bisa diakses oleh pihak-pihak di luar ANU sedang diupayakan.

Selain di ANU data dalam bentuk buku juga tersedia lengkap di National Library of Australia. Untuk menggambarkan betapa lengkapnya perpustakaan ini, saya mendapat data jumlah guru di Indonesia pada awal kemerdekaan dari sini. Sejarah pendidikan Islam dan pendidikan swasta sebelum masa kemerdekaan juga saya peroleh di perpustakaan ini. Jadi untuk yang tidak mengumpulkan data primer, percayalah kalau data yang ada di sini juga banyak dan lengkap.

Semoga tulisan ini bermanfaat yaaaaaa….  Salam 🙂