Minggu lalu saya membantu mem-format draft thesis teman yang akan segera submit. Cukup ribet, karena sayangnya yang bersangkutan tidak menggunakan fasilitas yang memudahkan kita yang disediakan dalam software word processor yang digunakannya. Dia menggunakan m*cr*s*ft W*rd yang memiliki fasilitas style yang nantinya akan memudahkan kita mengedit format dan meng-generate daftar isi. Ada satu lagi yang bikin ribet! Dia tidak menggunakan bibliography manager, seperti Endn*te atau Z*ter* untuk menyimpan dan menggunakan literatur yang disitasi di thesisnya. Pokoke benar-benar manual, pake komputer kaya pake mesin ketik yang ada listriknya thok!Β Fasilitas-fasilitas Β itu tidak dimanfaatkannya dengan alasan tidak tau, dan tidak mau ribet. Loh?! Kan ada training di perpustakaan setiap awal semester? Nggak pernah ikut ya? Jawab dia (bikin saya mules dan lemes!): “Nggak ah, males… Aku juga sibuk”.

Whadusss… sayang sekali jika kita melewatkan jika ada training-tarining yang diselenggarakan oleh kampus dan itu “gratis” (sebenarnya nggak gratis loo.. ini bagian dari tuition fee yang (beasiswa) kita bayarkan ke uni!). Supaya tidak terlewat apa saja yang ditawarkan oleh uni, selalu cek website kampus, khususnya untuk current student. Seringkali training yang berkaitan dengan proses belajar kita ditawarkan oleh perpustakaan, jadi ada baiknya selalu mengecek di website perpustakaan untuk mencari tahu. Training itu jika kita harus mengikutinya di luar kampus kita perlu membayar dan itu tidak murah! Selain itu, ketika kita mendapat kesempatan belajar (lagi) untuk studi lanjut, mestinya kita tidak hanya mereguk subtansi mata kuliah saja, namun juga kemampuan-kemampuan lain yang ‘mumpung’ bisa kita reguk sekalian, seperti halnya keterampilan menggunakan/ mengoptimalkan fasilitas komputer yang ada demi menyukseskan prestasi belajar kita.

Mesin Comb Binding

Hal lain yang saya cukup prihatin dengan teman itu adalah, dia tidak tahu bagaimana caranya menjilid thesisnya dengan ‘comb binding‘. Yang ini siih memang tidak ada training-nya (baca: kampus tidak menyediakan training khusus tentang menjilid). Lha dari mana kita bisa tahu caranya? Yaa tanya teman donk… kalau yang ditanya sama-sama tidak tahu, ajakin bersama-sama cari teman lain yang tahu dan bisa mengajari. Tapi jangan dilakukan di detik-detik terakhir ketika harus meyerahkan thesis/ tugas. Bagaimana jika tidak menemukan teman yang bisa menggunakannya? Mungkin bsia bertanya ke ehow.com atau Mbah Google πŸ˜‰

Begitu juga, scan dan fotokopi dokumen dengan mesin foto kopi yang juga printer yang segedhe gaban itu. Memang siih ada manualnya.. tetapi dengan diajari secara langsung diberikan contoh oleh orang yang sudah bisa pasti akan lebih cepat ‘nangkep’ dan menghemat waktu (dan kadang kala kertas, yang berarti akun kredit printing kita!). Keterampilan-keterampilan tambahan ini dulu saya pun tidak tahu.. Dari dulu urusan begini di rumah kan tinggal pasrah sama mas/ mbak di fotokopian. Jadi rapi sesuai permintaan.

Sekolah di luar negeri kita dituntut mandiri. Nilai positifnya kita jadi tahu bagaimana caranya. Yang perlu dilakukan adalah bertanya dan meminta tolong teman yang sudah tahu bagaimana caranya untuk mengajari kita dan nantinya kita juga mengajari teman lain yang belum tau. Ooh.. indahnya berbagi pengetahuan… πŸ™‚

That’s all friends, ringkasan pentingnya memanfaatkan fasilitas kampus…sayanggg banget jika nggak dipakai…mulai dari training, research development, workshop, juga fasilitas di ruangan kerja, juga mobil antar jemput gratis (courtesy bus/ unisafe bus, security gurd), etc.