“Kulihat awan seputih kapas
Arak-berarak di langit luas
Andai kudapat ke sana terbang
Akan kuraih, kubawa pulang”

Ada berapa orang yang membaca tulisan ini yang tahu lagu tersebut? Awan merupakan salah satu contoh lagu anak Indonesia klasik yang memiliki melodi sederhana dengan pilihan kata yang menarik. Dengan kata lain, sederhana namun bermakna. Ada ratusan lagu anak Indonesia lainnya seperti lagu Awan ini, namun ada berapa dari kita yang masih mengingatnya?

Memang saya berada di sini untuk mencari ilmu di bidang lingkungan. Kebetulan (benar-benar kebetulan!) saya diberi kepercayaan oleh AusAID untuk meneruskan studi di jenjang master kajian lingkungan di Canberra. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa panggilan jiwa saya adalah musik, terutama mengajar musik untuk anak-anak.Β Β Suatu sore, saya sedang mengajar privat piano untuk beberapa anak-anak Indonesia di sini. Alangkah sedihnya saya ketika saya bertanya, “Kamu tahu lagu anak-anak Indonesia apa saja?”, saya mendapat jawaban “Sudah pada lupa, Mbak.”

Dari situ saya tak henti berpikir, mengapa? Apa yang membuat lagu-lagu anak Indonesia yang indah-indah tersebut semakin terlupakan? Apa yang membuat anak-anak Indonesia, dimanapun mereka berada, merasa malu menyanyikan lagu anak tapi bangga jika harus menyanyikan lagu orang dewasa? Lagunya pun berbahasa asing pula, entah itu Inggris, Korea, atau lainnya!

Berpikir saja tidak akan membuat hati saya tenang. Saya pun berniat melakukan sesuatu untuk, paling tidak, mengingatkan kembali orang Indonesia akan khazanah lagu anak Indonesia. Tapi apa? Berhubung yang saya bisa hanyalah bermain musik, maka saya dan beberapa rekan pun menggarap ide mengenai tembangcilik.

Apa itu tembangcilik?

Tembangcilik adalah kanal youtube yang berisi cover akustik lagu anak Indonesia dengan aransemen sederhana namun tetap indah didengar. Mengapa youtube? Karena youtube jangkauannya luas dan saat ini, salah satu sosial media penyimpanan video yang paling banyak diakses oleh warga dunia. Mengapa akustik? Karena kami merasa “eneg” mendengar lagu anak Indonesia dikorbankan keindahan melodinya oleh aransemen musik elektronis. Kami mendapat inspirasi dari acara tv Play School yang mayoritas musik dan lagunya hanya diiringi oleh piano. Sederhana, tapi tetap indah. Mengapa aransemennya harus sederhana? Karena kami ingin video-video di tembangcilik juga bisa menjadi “minus one” dan bisa dijadikan referensi jika ada orang yang lupa melodi asli beberapa lagu anak Indonesia. Itulah mengapa kami juga menaruh lirik lagu di video-video kami.

Akhirnya pada awal Januari 2012, kami pun merealisasikan ide tembangcilik di kanal youtube. Saat ini, kami baru mengaransemen 16 lagu anak Indonesia. Masih jauh dari jumlah keseluruhan lagu klasik anak Indonesia yang mencapai ratusan itu. Namun biar lambat asal selamat. Tak berhenti di ranah maya, tim tembangcilik pun ikut mengajar lagu-lagu anak tersebut di beberapa komunitas Indonesia di Australia.

Mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan untuk menggiatkan kembali lagu anak Indonesia. Namun paling tidak, ada yang bisa kami lakukan, daripada tidak sama sekali.

Saat ini tembangcilik masih memerlukan bantuan teman-teman yang bisa bermain instrumen akustik untuk membantu mencakup lebih banyak lagu anak indonesia. Tembangcilik pun mencari komunitas atau tim yang membutuhkan tenaga pengajar sukarelawan untuk mengajar lagu anak Indonesia di wilayah Jakarta. Jika ada yang tertarik, bisa menghubungi tembangcilik di tembangcilik@gmail.com, Facebook,Β atau Twitter.

Mari bernyanyi lagu anak Indonesia bersama tembangcilik!

-Neng Scaramouche-