Ketika masa-masa assignment sudah mulai melanda, mahasiswa yang doyan masak sekalipun pasti merasa tak punya waktu untuk masak ‘beneran’.

Buat yang nyari praktis sudah hampir pasti beli makanan jadi di restoran cepat saji. Namun sekali makan di luar paling sedikit akan menguras kocek sebesar $8an. Sepaket burger, kentang goreng dan minuman ringan di Hungry Jacks saja kurang lebih seharga $10 – $12. Kalau terus-terusan jajan bisa bangkrut juga. Ada pula trik beli makanan dari restoran kampus ketika tokonya sudah mau tutup. Lumayan banget bisa beli kotak nasi lengkap dengan lauk sayur dan daging seharga $4.

Buat yang masih bisa menyempatkan masak tapi ingin cepat, palingan beli nugget, sosis, telur, atau mie goreng. Kalau yang terakhir itu, bukan cuma mahasiswa Indonesia yang doyan makan. Sudah beberapa kali kulihat mahasiswa-mahasiswa dari Cina dan India memasak mie goreng di dapur asrama mahasiswa.

Bagi yang mampu meninggalkan selera makan Asia, hidup akan terasa lebih mudah jika mengadopsi selera makan orang-orang lokal Australia. Makanan sederhana yang gampang diracik biasanya sandwich—roti isi keju, selada, telur, tuna spread, atau bahan makanan apapun yang kita suka. Lumayan kenyang juga kok!

Bagi yang kangen makanan agak ‘berat’ dan rela meluangkan waktu sedikit untuk masak, bisa juga ngikutin resep mudah dan murah berikut ini. Resep ini kutemukan di salah satu koleksi buku resep perpustakaan umum di Canberra.

Roasted Chicken Sour Cream

1 kilogram sayap atau paha ayam

Garam secukupnya

250 ml sour cream (dijual di Woolies, Coles dan toko swalayan pada umumnya)

Cara memasak:

– Lumuri kulit ayam dengan garam, diamkan lima menit.

– Balur ayam dengan sour cream.

– Panggang ayam menggunakan oven pada suhu 200 derajat Celsius selama 40-45 menit hingga crispy dan matang.

Penilaianku tentang masakan ini? Top markotop! Rasanya gurih dan tidak kalah dengan rasa ayam pop ala restoran padang. Tinggal tambah sambal aja deh…