Bulan Pertama Kedatangan Billy

Pertengahan Februari 2011, di semester pertama (atau sama dengan tahun ke-2 ku di Ausie) program master of public policy di ANU, aku berangkat membawa Billy bersama dengan ibuku ke Australia. Ibu sangat membantu dalam menemani hari-hari pertamaku bersama Billy dan aku belajar untuk menyesuaikan diri dengan kehadiran Billy seperti memasak makanan untuk Billy, memandikan dia, bermain dengan dia, dan juga menidurkan dia. Setelah 2 bulan di Australia dan Billy mendapat full time di child care, ibu pulang ke Indonesia. Dan perjuanganku yang sebenarnya dimulai…

Aktivitas Billy di child care

Awalnya aku ketakutan dan tidak terlalu percaya pada kemampuanku sendiri… Namun seiring waktu ketakutanku hilang dan aku menikmati setiap menit saat-saat bersama dengan Billy. Memang aku harus lebih banyak berkorban, aku bangun lebih pagi sekitar jam 5.30 am untuk menyiapkan susu Billy, masak bekalku dan menyiapkan Billy ke child care dan dengan sepeda dan bike carrier aku mengantar Billy ke child care, setelah itu aku ke kampus. Untuk sarapan Billy aku mengandalkan roti Daily Breads karena kebetulan dia sangat menyukai spinach scones dari toko roti ini. Walaupun aku sudah selesai kuliah di siang hari aku memilih belajar di kampus atau library sampai sore lalu jemput Billy. Sore hari rutinitasku memandikan Billy, memasak makan malam kami, menyuapi dia makan (aku ga berani ngasi dia makan sendiri karena rumah kami dikarpetin semua..) dan menemani dia main dan membacakan dia buku cerita sampai dia tidur sekitar jam 9 pm. Setelah itu barulah aku punya waktu untuk diriku sendiri…  Aku berusaha mendisiplinkan diriku sendiri untuk selalu membaca dan mengerjakan tugas setiap malam bahkan kadang kalau tugas sedang banyak aku sampai tidak tidur semalaman.

Semua proses itu kujalani dengan hati ceria termasuk ketika Billy sakit selama winter dan aku harus membawa dia ke dokter berkali-kali kujalani dengan hati ikhlas walaupun badan capek. Karena aku senang melihat Billy begitu pesat kemajuannya, dia belajar makan sendiri dan dapat memegang gelasnya sendiri. Dia selalu menemaniku masak dan mencuci pakaian bahkan dia membantu menjemur pakaian. Dan dia juga selalu menyemangati aku dari stroller-nya ketika kami harus mengejar bis…. Katanya..”run..mommy…run..” . Setiap kali melihat dia aku merasa jerih payahku terbayar semua.

Walaupun studiku sempat terganggu sedikit di awal kedatangan Billy dimana nilai-nilai assignment-ku sempat turun, aku ikhlas karena aku sadar dengan konsekuensi membawa Billy. Di semester kedua master-ku, aku belajar lebih keras lagi dan hasilnya lumayan… nilai-nilaiku naik lagi dan akhirnya aku lulus tepat waktu dengan nilai yang cukup memuaskan (menurutku loh.. ).

Pegang domba untuk pertama kalinya

Aku tidak bilang membawa anak seorang diri itu mudah namun hal itu bukannya tidak mungkin.

There is nothing you can’t do if you are eager enough to achieve it.

Believe in yourself that you can do extraordinary things…