Untuk sebagian masyarakat Indonesia di Australia termasuk mahasiswa, mempunyai mobil pribadi merupakan kebutuhan. Bukan untuk gaya, tetapi untuk kemudahan mobilitas. Bus umum sebenarnya sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan transportasi, tapi kadang-kadang waktu lewatnya tidak pas dengan jadwal kita. Apalagi kalau musim dingin, menunggu di bus stop pastinya tidak menyenangkan. Lebih-lebih bagi yang punya anak kecil, mempunyai mobil sendiri mungkin malah menjadi kebutuhan pokok.

Informasi Jual-Beli dan Harga Mobil Bekas

Nah, karena harga mobil baru sangat mahal, mobil bekas menjadi pilihan utama. Harganya cukup terjangkau untuk ukuran kantong mahasiswa. Untuk tipe dan umur yang sama, harga mobil di Australia jauh lebih murah dibanding harga di Indonesia. Sebagai contoh, pada awal saya datang, saya membeli mobil Ford tua keluaran tahun 1993 (ini mah bukan cuma tua tetapi TUIIIR!!). Kata teman yang mencarikan mobil itu “ini best buy!!”. Hmmm.. ya, best buy karena harganya hanya $1000 (hahaha sama dengan harga sewa apartemen 2 kamar selama tiga minggu!). Tapi meskipun mobil tua, ini mobil jagoan lho.. pernah diajak nglayap ke Batemans Bay yang berjarak 150 km dari Canberra yang berarti 300km pulang-pergi. Mobil ini sama sekali tidak pernah rewel.

Sekitar setahun kemudian saya ganti mobil Toyota Corolla yang agak muda (lumayan donk keluaran tahun 1999 booo… ) seharga sekitar $3000.  Harga ini sudah termasuk perbaikan yang tidak sempat dilakukan oleh pemilik lama. Kalau bayar yang dalam bentuk cash-nya hanya $2300. Ganti mobil ini sebenarnya bukan karena mobil lamanya rusak tetapi permintaan anak yang pingin mobil lebih baru (gak PD kali pakai mobil tua :)). Mobil ini biasa dipakai bolak-balik ke Sydney – Canberra (jaraknya sekitar 600km pulang pergi) oleh pemilik lama. Saya sendiri belum pernah pakai ke Sydney karena setiap pergi saya dapat tumpangan dan tidak harus nyupir sendiri (hehehe enaknyaaaaa… ). Meskipun harga mobil murah, tetapi pajak kendaraan di sini lumayan mahal. Per tahun saya harus membayar sekitar $750.

Mahasiswa di Canberra umumnya membeli mobil dari teman yang mau pulang karena sudah selesai studinya. Umumnya harganya lebih murah dari yang dijual di tempat lain. Tetapi ada cukup banyak iklan jual mobil secara online. Salah satunya ada di allclassifieds yang tidak hanya mengiklankan mobil tetapi juga barang-barang lainnya.  Aneka ragam merk mobil ada dengan harga yang sangat bervariasi. Billboard-nya Australian National University (ANU) juga menyediakan tempat jual beli barang-barang termasuk jual-beli mobil. Bisa juga beli mobil bekas di show room mobil bekas. Harganya kemungkinan lebih mahal dibanding harga teman atau harga langsung dari penjual, tetapi  jaminan kualitas mungkin lebih baik ya karena waktu membeli mobil untuk dijual lagi mereka pasti lebih teliti. Supaya kita tidak kemahalan membeli mobil, kita bisa bandingkan harga mobil yang mau kita beli dengan harga rata-rata di pasaran. Banyak website untuk membandingkan harga kendaraan, tetapi yang pernah direkomendasikan ke saya adalah redbook.

Inspeksi Kendaraan

Kalau kita membeli mobil bekas di Indonesia, mungkin kita akan sangat hati-hati karena bisa jadi mobil tersebut sudah tidak layak pakai atau rusak tapi kita tidak tahu. Sekali perjanjian jual beli ditandatangani, tanggung-jawab sudah ada di tangan pembeli. Kalau disini kekhawatiran itu bisa dikurangi karena kelayakan mobil dijamin. Mobil yang usianya lebih dari 6 tahun hanya boleh pindah tangan jika lolos inspeksi yang dilakukan oleh pusat inspeksi kendaraan resmi. Begitu juga mobil dibawah 6 tahun tetapi registrasinya sudah mati selama setahun atau lebih. Untuk yang tinggal di sekitar Canberra, ini daftar Approved Inspection Stations yang dikeluarkan oleh Pemerintah ACT.

Inspeksi yang dilakukan sangat detil, tidak hanya mesinnya tetapi juga body-nya. Sebagai contoh, rem mobil harus aman, ban mobil harus memenuhi standar kelayakan, lampu termasuk lampu sign harus nyala, kaca tidak boleh ada retak sedikitpun.  Biaya untuk inspeksi mobil sekitar $56. Salah satu pusat inspeksi di Canberra menyediakan informasi secara detail di website-nya. Sebagaimana urusan-urusan lainnya, mau inspeksi mobil juga harus janjian dulu lho.. tidak bisa asal nylonong masukin mobil. Seringkali kita harus menunggu untuk mendapat appointment.

Proses Balik Nama

Setelah proses jual beli selesai, yang perlu dilakukan adalah transfer registrasi kendaraan atau yang biasa kita kenal di Indonesia balik nama. Pada waktu registrasi, kita perlu menyediakan beberapa dokumen:

  1. Bukti lolos inspeksi, jika diperlukan;
  2. Sertifikat registrasi yang ditandatangani oleh pemilik sebelumnya atau bon pembelian kendaraan;
  3. Identitas diri yang mencantumkan alamat atau surat ijin mengemudi Australia yang ada fotonya. Dokumen yang ditulis dalam bahasa Indonesia harus disertai dengan terjemahan resmi yang dilakukan oleh kedutaan atau konsulat Indonesia yang ada di Australia, Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan (Department Immigration and Citizenship), atau pusat layanan terjemahan (telpon 13 14 5). Jika menggunakan paspor, maka masa berlakunya minimal masih 2 tahun lagi dan tentunya disertai dengan visa yang masih berlaku. Kartu mahasiswa yang ada foto-nya  dan kartu kredit bisa juga ditambahkan untuk memperkuat bukti diri; dan
  4. Bukti bahwa kendaraan punya tempat atau garasi di state tempat mobil tersebut didaftarkan.

Proses balik nama ini harus dilakukan dalam waktu 14 hari setelah kendaraan dibeli. Ada biaya dan pajak yang harus dikeluarkan untuk balik nama kendaraan. Kalau lebih dari 14 hari ada biaya keterlambatan. Biaya registrasi berbeda-beda tergantung asal-muasal mobil dan ukurannya. Saat ini, untuk wilayah Canberra, mobil yang baru pertama kali diregistrasi di Canberra dikenakan biaya $76.7 dan untuk yang re-registrasi dikenakan biaya $38.90. Biaya ini lebih murah dari biaya keterlambatan balik nama yang mencapai $90. Jadi lebih baik buru-buru saja dibalik nama. Oh ya, laporan inspeksi kelayakan mobil hanya berlaku untuk satu bulan sejak tanggal pengecekan! Jadi kalau sudah membeli mobil, jangan tunggu lama-lama untuk dipindah tangan, karena kalau sudah terlewat masa berlaku surat inspeksi kita harus menguji lagi kelayakan mobil itu dan pastinya ada biayanya.

Asuransi Kendaraan

Berbeda dengan di Indonesia yang tidak mensyaratkan kendaraan punya asuransi, di sini, pada saat membayar biaya registrasi, asuransi wajib pihak ketiga (the Compulsory Third Party Insurance (CTPI)). Ini asuransi minimal yang wajib ada. Dengan adanya asuransi ini, jika kita mengalami kecelakaan kendaraan, kita bisa mendapatkan akses dana sebesar $5000 yang biasa disebut “early payment” untuk pengeluaran medis. Tapi syaratnya bukan kita yang menjadi penyebab utama kecelakaan itu. Untuk lebih lengkapnya informasi tentang CTPI bisa dibaca di website resminya Pemerintah ACT.

Kalau ingin lebih aman lagi, asuransi tambahan perlu dimiliki. Ada yang namanya Third Party Property Damage Insurance yang menanggung biaya perbaikan kendaraan atau property pihak yang kita tabrak. Asuransi ini juga menanggung kerusakan yang terjadi pada mobil kita jika mobil kita ditabrak dan si penabrak tidak mengasuransikan mobilnya tetapi dengan jumlah tanggungan yang terbatas. Saran saya, demi ketenangan batin, asuransi pihak ketiga yang ini harus ada karena kalau sampai mobil kita menabrak kita tidak harus mengeluarkan biaya sendiri. Ada beberapa kasus mahasiswa Indonesia yang menabrak mobil orang dan mereka sama-sama tidak mengasuransikan mobil. Walhasil, ribuan dolar harus keluar untuk mengganti kerugian orang lain. Asuransi yang lebih komplit adalah Comprehensive Insurance. Asuransi ini menanggung kerusakan akibat kecelakaan, kerusakan berbahaya, pencurian, kebakaran, banjir atau badai. Ada tambahan biaya kalau kaca depan dan penutup mobil juga ingin diasuransikan.

Biaya asuransi mobil sangat bervariasi tidak hanya karena perbedaan mobilnya tetapi juga siapa yang biasa menggunakan mobilnya. Karena saya punya anak usia 17 tahun yang masih menggunakan “L Plate” atau ijin mengemudi yang hanya boleh ditemani oleh orang dewasa, biaya asuransinya menjadi jauh lebih mahal. Kalau mau cari informasi lengkapnya bisa dilihat di website NRMA salah satu provider asuransi yang rasanya paling banyak dipakai mahasiswa.

Selain asuransi, ada juga jasa bantuan seandainya kita punya masalah dengan kendaraan kita seperti misalnya ban kempes, aki mobil habis, atau mobil tiba-tiba mati tanpa tahu sebabnya. Jasa pelayanan ini disebut Roadside & Breakdown Assistance dan siap jaga 24/7 alias 24 jam sehari 7 hari semingguPerlu membership khusus untuk bisa memperoleh bantuan ini.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk teman-teman yang mau membeli mobil bekas di Australia, khususnya di Canberra. Selamat mencari mobil yang cocok di hati dan pas di kantong 😀 Sebelum membeli mobil sebaiknya belajar dulu tentang cara menyetir di Australia karena aturannya banyak. Informasi lengkap untuk hal ini bisa dilihat di postingan emaefha tentang Menyetir di Australia.