Menyetir di Australia? Perlu gak sih kita punya kendaraaan pribadi? Bukannya public transportation sudah bagus?

Berdasarkan pengalamanku tinggal di Sydney, Melbourne, dan Canberra, aku merasa bahwa punya kendaraan pribadi di Canberra menjadi penting. Sebab public transportation di Canberra tidak sebanyak dan bermacam moda seperti di Sydney dan Melbourne. Di Canberra cuma ada bis dimana pas weekend pun nomernya ganti karena beberapa jalur digabung membentuk rute baru, jadinya lebih muter-muter. Jadi, bagi kami yang suami istri punya kegiatan berbeda dan dua anak, satu di penitipan satu di sekolah, memiliki mobil pribadi menjadi hal yang sangat penting untuk menghemat waktu dan tenaga. Apalagi, berhubung di Canberra tidak terlalu banyak tujuan liburan, kami sering liburan ke luar kota.

Nah, untuk menyetir di Australia, kita cukup menterjemahkan SIM kita ke Konsulat/Kedubes/sworn translator. Susah gak sih menyetir di Australia? Menurutku sih menyetir di Indonesia yang penuh dengan motor dan angkutan umum lebih susah daripada di Australia yang lebih teratur dan tidak terlalu banyak kendaraan di jalan. Apalagi Canberra, seepiiii dan jalannya lebar-lebar. Namun, aku himbau agar teman-teman tidak lupa membaca peraturan mengenai lalu lintas di Australia. Peraturan-peraturan tersebut kurang lebih sama di seluruh Australia, namun ada sedikit perbedaan tergantung negara bagian. Misal, di Melbourne ada Tram, maka kita harus tahu bagaimana menyetir berbagi jalan dengan Tram.

Berbagi dengan Tram di Melbourne... apalagi kalau di City, harus tau peraturan gimana caranya belok kanan di intersection tanpa menghalangi jalur Tram! Nampak pada gambar adalah City Circle, Tram gratis buat muter-muter di daerah City and we can hop off and hop on di tujuan-tujuan pariwisata yang dilewati Tram ini.

Aku menekankan pentingnya mengetahui peraturan lalu lintas ini sebab beberapa kali aku melihat teman yang kena fine bahkan kecelakaan karena tidak mengerti, misal apakah kita boleh berhenti di tempat yang ada tulisannya “No Parking” atau “No Standing” atau “Loading Zone“? Atau, apa sih arti tanda lalu lintas “STOP” dan “GIVE AWAY“? Siapa yang boleh belok duluan di intersection (persimpangan) atau di roundabout (bundaran)? Apa perbedaan arti tanda 2P dan 2P Ticket?

Harus paham mana jalur kita... untuk nyebrang lewat Harbour Bridge pun ada aturannya lho....

Maka dari itu, demi kebaikan kita semua, sebelum menyetir di Australia, pelajari dulu peraturan-peraturan tersebut. Berikut link-link nya:

Handbook:

ACT1 & 2 , QLD , NT , NSW , VIC , SA , WA

Knowledge Test:

ACT , QLD , NT , NSW , VIC , SA , WA

Dengan bisa menyetir di Australia, meski tidak beli mobil, kita bisa sewa mobil bila ingin jalan-jalan ke luar kota murah dan santai bersama teman-teman. Sewa mobil di Australia tidak mahal, misal bila sewa mobil 8-seaters dan patungan dengan teman-teman, maka jalan-jalan tidak cuma lebih murah tapi lebih santai daripada harus ikut touring group dari universitas atau biro tur. Kita bisa atur sendiri kapan kita mau pergi, kemana saja, berapa lama, dan dimana kita mau berhenti lebih lama atau menginap.

Berikut juga beberapa contoh gambar regulatory signs… jangan keder duluan ya… gampang kok memahami nya dan dengan cepat kita akan selalu ingat… malah membantu kita untuk waspada di jalan lho… Banyak juga yang sama dengan Indonesia kok.

Misal tanda School Zone diatas, artinya daerah tersebut daerah ada sekolahan dimana bakal banyak anak-anak nyebrang. Jadi pada masa sekolah dan jam yang tertera pada tanda lalu lintas tersebut, kita maksimum hanya boleh jalan 40 km/h, sedangkan at all other times bila tidak ada tanda lain, maka maksimum 50 km/h tapi bila ada tanda 60 maka maksimum 60 km/h. (Picture taken from http://www.roadsideservices.net.au/road-signs.html)

So, safe driving everyone!