Asyiknya Maen Gamelan di play space

Perth Cultural Centre memang tempat yang komplit untuk berakhir pekan. Di seri pertama kita sudah melihat sendiri asyiknya menonton gratis ala layar tancap di Perth Cultural Centre Screen. Setelah puas nonton, sepertinya ada yang kurang nih. Apalagi klo bukan main di play ground. Di cultural centre ini disediakan tempat bermain yang disebut Cultural Centre Play Space. Cultural Centre play space merupakan wahana bermain yang sedikit berbeda dibandingkan play ground yang lain. Kalau di play ground lain dengan mudah kita temui ayunan, kuda-kudaan maupun sliding (perosotan), di play space  yang disediakan alat-alat musik seperti xylophone, drum, gamelan dengan ukuran cukup besar. Ditanggung deh anak-anak pasti betah berlama-lama disini menikmati musik yang mereka mainkan sendiri.

 

Jika sudah bosan bermain, ada beberapa tempat lain yang bisa didatangi antara lain Western Australian Museum,  art gallery dan state library. Sekarang kita bahas WA Museum dulu ya. Museum  dua lantai ini berada tepat disebelah play space. Pertama kali berkunjung kesini, saya membayangkan akan melihat berbagai replika, foto-foto atau dokumen yang terkait dengan berdirinya Western Autralia. Ternyata saya salah besar. Yang saya dapati malah berbagai replika hewan darat maupun laut lengkap dengan penjelasannya yang cukup detail. Mungkin lebih tepat kalau museum ini disebut museum hewan kali ya. Apapun juga museum ini sarat dengan nilai-nilai edukasi terutama untuk anak-anak dengan display yang ditata apik.  Jika anda penggemar seni baik klasik maupun kontemporer, anda pasti dimanja dengan koleksi lukisan maupun benda-benda seni lainnya yang ditampilkan di art gallery. Galeri seni ini hanya berada selemparan batu dari WA Museum. Pada bulan-bulan tertentu di galeri ini sering diadakan berbagai event terkait seni dengan tema-tema yang menarik.  Misalnya saat kunjungan Ratu Elizabeth II selama pelaksanaan CHOGM 2011  (pertemuan para kepala negara negara-negara persemakmuran) di Perth, galeri ini tidak ketinggalan mengangkat tema kerajaan.

Oh ya, masih ada satu tempat lagi yang kudu dikunjungi sembari menikmati keunikan Perth Cultural Centre. Apalagi kalau bukan state library. Lokasinya persis di sebelah area untuk menonton film. Perpustakaan ini cocok untuk semua umur dari bayi sampai kakek nenek. Bahkan di lantai dua disediakan indoor play ground buat anak-anak. Jadi orang tua bisa asyik membaca sambil mengawasi si kecil bermain. Tempat ini memang pilihan tepat deh untuk menstimulasi kebiasaan membaca sedari dini. Siapa bilang membaca hanya dimulai dari usia sekolah. Para bayi pun bisa asyik membaca atau lebih tepatnya menstimulasi imajinasinya dengan melihat dan menyentuh soft book aneka warna dan rupa yang sangat atraktif dan tentunya aman. Para balita yang terkenal sangat destruktif pun juga mendapatkan buku dengan desain dan bahan khusus sehingga tidak mudah robek. Selain koleksi bukunya yang menjangkau semua usia, tempatnya pun amat nyaman dan jauh dari kesan perpustakaan yang yang ngebosenin. Yang ada kita malah betah berlama-lama membaca buku tanpa sadar hari sudah beranjak senja. Jadi, bagi yang tinggal di Perth maupun yang berkesempatan berkunjung ke Perth, cultural centre sepertinya harus masuk di agenda tempat yang harus dikunjungi.  Pokoknya ideal banget deh untuk menikmati quality time tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.