Melihat harga yang dipatok untuk jasa potong rambut di salon-salon di Australia membuatku sadar bahwa aku tidak bisa sering-sering menggonta-ganti gaya rambut selama kuliah dua tahun di Canberra. Untuk sekali potong rambut di salon, paling tidak kita harus merogoh kocek sebesar AUD$25an. Salon-salon tertentu kadang memberikan diskon khusus mahasiswa, namun potongan harganya tidak seberapa. Hasilnya juga seringkali biasa-biasa saja.

Di Canberra ada juga hair stylist orang Indonesia yang bersedia memberikan jasa potong rambut di rumah seharga $10. Namun dengar-dengar dari teman, minimal harus ada dua pelanggan yang mau dipotong rambutnya sebelum sang hair stylist bersedia datang ke rumah. Wah, repot juga kalau mau potong rambut harus nyari teman barengannya dulu.

Beruntunglah kalau memiliki teman yang bisa memotong rambut dan bersedia melakukannya gratis. Beberapa temanku ada juga yang berbakat untuk memotong rambutnya sendiri. Bagi yang berani ambil resiko, mungkin berminat mengikuti langkah-langkah berikut untuk potong rambut sendiri.

Berhubung aku tidak berbakat untuk memotong rambut sendiri, dan juga tidak memiliki kenalan yang bisa dimintai tolong untuk memotong rambutku, maka kupilih untuk menjalankan dua strategi jitu.

Pertama, sebelum pergi ke Australia, aku berkunjung ke salon dan meminta untuk dipotong rambut dengan model super pendek. Dengan demikian aku bisa membiarkan rambutku tumbuh panjang selama setahun di Australia, hingga tiba saatnya untuk pulang berlibur ke Indonesia menggunakan jatah reunion airfare ADS. Ketika kembali ke tanah air, barulah aku mencari hair stylist langgananku untuk dipotong rambut lagi. Banyak manfaatnya juga lho berambut pendek: hemat biaya untuk pemakaian shampo, hemat waktu untuk mengurus rambut, dan kepala terasa lebih ringan!

Namun, ketika kembali lagi ke Australia untuk merampungkan studi, aku baru sadar ternyata iklim kering di sini membuat rambutku cepat bercabang. Oleh karenanya aku menjalankan strategi kedua, yakni memotong rambut di sekolah tata rambut!

Canberra Institute of Technology (CIT) merupakan salah satu sekolah kejuruan yang membuka salon dengan mempekerjakan pelajar-pelajar magangnya. Mereka tidak hanya menawarkan jasa potong rambut, namun juga jasa manicure pedicure, spa, hingga body waxing. Harga yang ditawarkan juga jauh di bawah harga salon pada umumnya. Potong rambut perempuan misalnya $15, sedangkan untuk laki-laki $12.

Berbeda dengan sekolah tata rambut yang pernah kudatangi sebelumnya di bilangan Jakarta Selatan, pelayanan di salon CIT ini terkesan lebih profesional dan membuat pelanggan nyaman tanpa merasa takut bahwa hasil tata rambutnya akan kacau. Aku ingat horornya pelayanan di sekolah tata rambut di Jakarta dulu, di mana sang pelajar magang dengan grogi terus-menerus berkeluh-kesah ketika memotong rambutku. Hati pun menjadi tidak tenteram dilayani si Mbak.

Menariknya, di salon CIT, aku diajak berdiskusi oleh sang pelajar magang dan supervisor-nya tentang karakter rambutku, serta teknik-teknik apa yang bisa digunakan untuk menghasilkan potongan rambut sesuai pesanan. Keduanya menuliskan hasil observasi rambutku di sehelai kertas, kemudian menggambar beberapa sketsa profil wajahku dari berbagai sisi (depan, samping, belakang) serta rencana potongan rambut yang akan diaplikasikan. Asyik, jadi ikutan belajar nih!

Jika berkunjung ke salon sekolah tata rambut, jangan lupa untuk meluangkan waktu setidaknya satu hingga dua jam untuk dilayani. Namanya juga sekolah tata rambut, ya prosesnya lebih lama dibandingkan salon biasa karena penata rambutnya masih belajar! Selain itu, memang tidak ada jaminan bahwa hasil potongan rambut kita akan bagus. Namun sesuai pengalamanku, bimbingan sang supervisor cukup ampuh untuk memastikan bahwa potongan rambut sang pelajar magang tidak akan mengecewakan. Bonusnya, aku ikut belajar tentang proses perencanaan tata rambut!