Sebagai mahasiswi program S3 berusia di atas 40, saya harus menjaga kesehatan dan kebugaran agar tetap mampu bekerja dan berkonsentrasi memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.  Syukurlah, Tuhan selalu memberikan jalan keluar agar kehidupan saya tetap berjalan seimbang.  Ketika saya harus berjuang melawan sakit leher dan punggung karena terlalu banyak bekerja dengan komputer, grup tari Sajojo yang bernama Cendrawasih dibentuk oleh Ina Karuway, mahasisi S2 dari Papua, dan saya bergabung di dalamnya.  Sajojo telah memungkinkan saya untuk terus bertahan.  Kenapa?

Dokter di unit kesehatan di Australian National University (ANU) menyarankan agar saya melakukan olah raga jalan cepat setidaknya 2.5 jam seminggu, karena PhD telah membuat saya membaca dan menulis di komputer dalam waktu lama.  Dengan belajar tari Sajojo, tarian yang sangat dinamis, tubuh saya selalu bergerak.  Selain itu, kami berlatih Sajojo di Toad Hall (asrama mahasiswa ANU) sehingga saya punya alasan untuk berjalan kaki dari rumah ke Toad Hall yang jaraknya sekitar 4km, dan memerlukan waktu 50 menit jalan cepat.  Walaupun saya mempunyai kantor di kampus ANU, sebagian besar pekerjaan S3 saya lakukan di rumah.  Saya hanya datang ke kampus jika harus melakukan riset, bertemu supervisor, atau berjanji dengan teman-teman.  Sekarang, saya punya satu alasan lagi untuk ke kampus, yaitu SAJOJO!!

Grup tari Cendrawasih dibentuk bulan Januari 2012 untuk bergabung dengan acara yang diprakarsai oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) yang bertajuk “Canberra Menggali Bakat”.  Acara ini dibuat untuk menyemangati orang Indonesia yang tinggal di Canberra untuk menampilkan bakat mereka yang selama ini mungkin terpendam.  Dalam mempersiapkan acara yang berlangsung tanggal 10 Maret tersebut, grup Cendrawasih melakukan latihan rutin.  Seiring berjalannya waktu, grup tari kami telah melakukan pertunjukan di berbagai acara, yang memperkaya wawasan dan pengalaman kami.  Sepanjang bulan Pebruari, kami melakukan pertunjukan Sajojo untuk masyarakat Indonesia maupun Australia di Canberra dan sekitarnya, meliputi  Multicultural Festival Queanbeyan 26 Pebruari 2012, Women International Club 22 Pebruari 2012, Acara temu kangen warga Indonesia, 18 Pebruari 2012, dan kami juga telah dijadwalkan untuk tampil di  Goulbourn Multicultural Festival  3 Maret 2012 walaupun acara tersebut dibatalkan karena cuaca buruk.

Ina, sebagai penggagas dan pelatih grup Cendrawasih, adalah seorang yang berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab.  Tidaklah mudah untuk mengumpulkan 16 penari yang berasal dari ANU maupun warga Indonesia di Canberra.  Misalnya, kadang-kadang kami sudah berjanji untuk latihan hari Sabtu jam 9 pagi, namun para peserta berdatangan satu persatu dan belum lengkap sampai jam 10 pagi, padahal Ina sudah menanti para ‘muridnya’ sejak jam 8.45.  Saya sangat mengagumi komitmen dan kesungguhan Ina yang dengan sabar memperkenalkan budaya Papua kepada kami.  Kerja keras dan kecintaan Ina terhadap tarian Papua telah mengantar kami untuk menjadi para penari yang percaya diri untuk tampil dan melibatkan para penonton di setiap kesempatan kami menari.  Tari Sajojo telah berhasil menarik penonton untuk menari bersama kami baik di acara Women International Club, Temu Kangen Masyarakat Indonesia, maupun di Canberra Menggali Bakat.  Biasanya kami mengajar penonton satu atau dua jenis langkah tarian Sajojo agar mudah diikuti, walaupun sebenarnya ada enam jenis langkah tarian secara keseluruhan.  Senang rasanya punya kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke berbagai kalangan di Australia.  Tanpa sengaja kami telah menjalankan fungsi kami sebagai duta bangsa.

Tarian kami telah diabadikan dengan sangat baik oleh mas Eko Junor dari KBRI.  Oh ya, KBRI juga mendukung kostum kami, karena kami merencanakan untuk tetap melestarikan tari Sajojo di Canberra sekembalinya Ina ke Indonesia setelah menyelesaikan sekolahnya di bulan Juli 2012.

Berikut ini video tarian kami di Youtube:

The Queanbeyan Multicultural Festival

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=5cjdtvkoBEI&w=480&h=360]
Temu Kangen Masyakarat Indonesia di taman Nara, Sajojo by the Lake
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=iwwFNipvVSk&w=480&h=360]

Saya sangat menikmati aktifitas saya dengan grup tari Cendrawasih.  Pengalaman ini akan menjadi kenang-kenangan yang tidak ternilai harganya.  Ini adalah salah satu kegiatan yang paling menyenangkan selama saya kuliah di Canberra dan saya ingin berbagi kegembiraan ini dengan Anda semua.  Selamat menikmati tarian Sajojo kami!

Tulisan lainnya:

http://nengkoala.com/2013/08/05/saya-bercita-cita/

http://nengkoala.com/2012/04/22/kuliah-s3-sambil-jadi-ibu-kos-di-canberra/

http://nengkoala.com/2012/04/10/sajojo-dan-disertasi-s3/

Blog saya:

About Risa