Beberapa saat yang lalu saya cukup tertohok dengan situasi yang dialami teman yang sudah selesai masa studinya dan akan pulang ke tanah air for good. Ada banyak hal yang memang harus diselesaikan ketika kita sudah selesai masa studi dan harus kembali ke rumah. Saya tidak mengira teman kami itu cukup ribet menjelang pulang, karena tidak ada kabar apa pun darinya atau teman yang lain. Saya pun akhirnya tahu, tetapi sudah sangat mepet.. yang membuat saya juga tidak bisa berbuat banyak.

Memang, 2 minggu sebelum kepulangannya kami sempat ngobrol ini itu. Saya mengingatkan ini itu, namun juga tidak secara eksplisit menawarkan apa yang bisa saya bantu. saya menyesal sekali tidak menawarkan itu padanya.

Tetapi saya juga membela diri sendiri, tidak rela jika saya menyalahkan diri sendiri. Jadilah saya menulis ini.

Ketika kita berada di luar negeri, jauh dari kampung halaman, jauh dari rumah, jauh dari keluarga… yang bisa kita andalkan adalah teman. Teman adalah investasi yang priceless.. Salah satu nilai penting yang merupakan bagian dari sekolah di luar negeri adalah bertambah luasnya pertemanan kita itu, sampai ada bahasa kerennya: network. Manfaat teman ini adalah sebagai penolong ketika kita membutuhkan pertolongan, sebagai pembantu ketika kita membutuhkan bantuan. Begitu pula sebaliknya, kita juga penolong dan pembantu untuk teman kita yang membutuhkan pertolongan dan bantuan. Apalagi kita sama-sama di perantauan, jauh dari kampung!

source: http://ggsp-tohelp.blogspot.com.au/2011/10/helping-others-is-good-habbit.html

Ketika kita memang membutuhkan pertolongan, yang harus kita lakukan adalah meminta. Ya, meminta tolong ke teman. Kita tidak bisa hanya berharap akan ada yang menawarkan pertolongan bantuan. Mungkin kita merasa sungkan, karena teman-teman kita itu sibuk, banyak tugas, harus bekerja, dan lain-lain. Hey hello… siapa siih yang sedang sekolah/ bekerja itu tidak sibuk??? Yep. Semua pasti punya kesibukan, sampai kita tidak akan sempat menawarkan bantuan/ pertolongan. Tetapi yakinlah ketika ada yang meminta tolong atau bantuan kita pasti akan meluangkan waktu untuk menolong. Misalnya memang kondisinya saking sibuknya, paling tidak kita bisa menyarakan kepada siapa kita bisa minta tolong/ bantuan.

Sekali lagi, ketika kita membutuhkan bantuan, just ask! Namun, ingat… sekolah di luar negeri, kita juga dituntut untuk mandiri! Mohon dibedakan yaa mandiri dengan individualistis! Upayakan dulu apa yang bisa kita lakukan sendiri, jika memang tidak sanggup baru mencari pertolongan/ bantuan. Atau paling tidak kita bisa sekedar cerita situasi yang kita hadapi dan mungkin bertanya apa yang sebaiknya kita lakukan. Seringkali dengan dipikir banyak kepala, masalah yang tadinya rumit bisa menjadi sederhana dan bisa dicari solusinya.

Hal lain yang perlu diingat adalah memberi/ meminta bantuan ini bersifat resiprokal. Mungkin kita tidak secara langsung membantu orang yang telah membantu kita, namun saya kira kita perlu ‘investasi’ dengan menolong orang lain agar suatu ketika nanti ketika kita memerlukan bantuan akan ada ‘tangan Tuhan’ yang membantu kita.

Bantuan apa siih yang bisa kita minta ke teman? Atau sebaliknya, yang bisa kita berikan untuk membantu teman sesama mahasiswa di negara yang jauh dari rumah? Macem-macem! Mulai dari yang kecil dan sederhana seperti bantuin masak tumpeng untuk acara syukuran teman atau teman yang sedang sakit/ melahirkan, bantuin packing/angkat-angkat barang buat teman yang mau pindahan/ selesai sekolah, bantuin mengantar teman yang sakit, mengantar-menjemput dari bandara/ terminal bis antar kota, menutup rekening, menjemput anak dari sekolah/ day care, dll. Selamat berinvestasi dengan membantu teman πŸ™‚